Create a Website
Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

25 August 2009

Jangan Pernah Memiliki

Manusia adalah mahluk yang paling sempurna di dunia ini. Keunggulannya dibandingkan dengan mahluk Allah yang lain adalah manusia mempunyai akal yang digunakan untuk berpikir, maka segala sesuatu yang akan dilakukan haruslah dipikir terlebih dahulu. Selain itu, manusia juga diberi wewenang untuk mengolah dan memanfaatkan apa yang ada di bumi.

Segala sesuatu yang diberikan oleh Allah merupakan titipan, misalnya : anak, istri, rumah, mobil, wajah cakep dan cantik dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus menjaga dan memelihara apa yang Allah berikan dan mempergunakanya dijalan yang diridhai-NYA akan tetapi kita tidak boleh ada rasa memilikinya, kenapa? Karena jika kita merasa memiliki segala sesuatu yang diberikan oleh Allah maka kita akan merasa kehilangan jika Allah mengambil kembali milik-NYA. Jika semua orang dapat hidup seperti tukang parkir di pasar, maka kita tidak akan merasa demikian. Mengapa kok seperti tukang parkir? Karena tukang parkir dititipi mobil dari mobil mewah hingga mobil jelek. Beliau menjaganya agar mobil yang dititipkan kepadanya tetap seperti keadaan semula. Jika yang empunya mengambil kembali mobilnya, beliaupun ikhlas membiarkanya pergi (karena tidak mempunyai wewenang untuk memilikinya), ya to?

Anak adalah titipan Allah. Kita diberi tugas untuk mendidik dan membimbingnya agar beribadah kepada sang pencipta, Allah. Jika suatu saat Allah mengambilnya kembali (anak tersebut meninggal) kita harus ikhlas menerimanya, bukan menangisinya karena anak adalah titipan Allah kepada kita. Contoh lainnya, wajah cantik dan cakep. Kita harus bersyukur jika Allah memberikan wajah yang cantik dan cakep. Kita tidak boleh sombong dengan kecantikan wajah kita karena semata – mata adalah milik Allah bukan milik kita. Misal saja Allah murka dengan mengambil kembali kecantikan wajah kita (merusak) karena kita telah sombong.

Apa daya kita jika Allah telah berkehendak demikian? Kita harus ikhlas dan pandai bersyukur karena segala sesuatu yang kita punya di dunia adalah milik-NYA dan Allah berhak mengambilnya anytime dan anywhere.

Tiga orang yang diuji ALLAH

Ada 3 orang yang mempunyai penyakit belang, botak, dan buta. Kemudian ALLAH hendak menguji mereka, maka ALLAH mengutus malaikat untuk mendatangi mereka. Kepada si Belang malaikat bertanya.
“Apa yang ingin engkau inginkan?”
“Aku ingin mempunyai wajah yang tampan dan kulit yang bagus, aku ingin penyakit yang membuat orang jijik melihatku lenyap dari tubuhku”, jawab si Belang.
Kemudian malaikat mengusap si Belang, maka hilanglah semua penyakit yang menjijikkan itu dan diberinya wajah yang tampan dan kulit yang bagus. Kemudian malaikat bertanya lagi,
“Harta apa yang kau senangi?”.
“Unta”, jawabnya.
Kemudian ia diberi unta yang sedang bunting 10 bulan. Malaikat kembali berkata,
“Semoga ALLAH memberi berkah atas rahmat yang kamu terima”.

Kemudian malaikat pergi dan mendatangi si Botak, kemudian bertanya.
“Apa yang ingin engkau inginkan?”
“Rambut yang rapi dan indah serta hilangnya penyakitku yang membuat orang – orang jijik melihatku”, jawab si Botak.
Kemudian malaikat mengusap si Botak, maka hilanglah semua penyakit yang menjijikkan itu dan diberinya rambut yang rapi dan indah. Kemudian malaikat bertanya lagi,
“Harta apa yang kau senangi?”.
“Sapi”, jawabnya.
Kemudian malaikat memberinya sapi yang sedang bunting seraya berkata,
“Semoga ALLAH memberi berkah atas rahmat yang kamu terima”.

Kemudian malaikat pergi dan mendatangi si Buta, kemudian bertanya,
“Apa yang ingin engkau inginkan?”
“ALLAH mengembalikan penglihatanku sehingga aku bisa melihat orang”, jawab si Buta.
Kemudian malaikat mengusap si Buta, dan mengembalikan penglihatan si Buta, kemudian malaikat bertanya lagi,
“Harta apa yang kau senangi?”.
“Kambing”, jawabnya.
Kemudian malaikat memberinya kambing yang sedang bunting seraya berkata,
“Semoga ALLAH memberi berkah atas rahmat yang kamu terima”.

Selang beberapa tahun, unta, sapi dan kambing berkembangbiak dan telah mengubah kehidupan mereka. Kemudian ALLAH mengutus malaikat untuk menguji mereka kembali. Malaikat mendatangi si Belang dalam wujud berpenyakit menyerupai si Belang dahulu.

Malaikat berkata, “Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal ditengah – tengah perjalanan. Sampai saat ini belum ada yang memberikan pertolongan kepada saya kecuali ALLAH. Saya berharap engkau mau memberi pertolongan. Saya benar – benar minta pertolongan kepadamu dengan menyebut yang telah memberi engkau paras yang tampan dan kulit yang halus serta kekayaan. Dan saya minta seekor unta untuk bekal dalam melanjutkan perjalanan saya”.
Si Belang menjawab, “Hak – hak yang saya berikan masih banyak, saya tidak bisa membekali apa – apa”.
Malaikat lalu berkata, “Kalau tidak salah, saya kenal denganmu. Bukankah kamu dulu orang yang berpenyakit belang sehingga orang – orang jijik melihatmu. Bukankah dulu kamu orang miskin kemudian ALLAH memberi rahmat kepadamu?”.
“Kekayaanku berasal dari nenek moyang”, jawabnya.
“Jika kamu berdusta, semoga ALLAH mengembalikan keadaanmu seperti semula”, kata malaikat.

Kemudian malaikat itu pergi dan mendatangi si Botak dalam wujud seperti si Botak ketika berpenyakit dulu. Malaikat bertanya seperti apa yang ditanyakan kepada si Belang.
“Harta kekeyaanku berasal dari nenek moyang”, jawab si Botak.
“Jika kamu berdusta, semoga ALLAH mengembalikan keadaanmu seperti semula”, kata malaikat.

Kemudian malaikat itu pergi dan mendatangi si Buta dalam wujud seperti si Buta ketika berpenyakit dulu dan berkata, “Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal ditengah – tengah perjalanan. Sampai saat ini belum ada yang memberikan pertolongan kepada saya kecuali ALLAH. Saya berharap engkau mau memberi pertolongan. Saya benar – benar minta pertolongan kepadamu dengan menyebut yang telah memberi engkau penglihatanmu dan kekayaan. Dan saya minta seekor kambing untuk bekal dalam melanjutkan perjalanan saya”.

“Dahulu saya adalah orang buta dan ALLAH mengembalikan penglihatan saya dan memberikanku kekayaan ini maka ambillah apa yang engkau senangi dan tinggalkanlah apa yang engkau tidak senangi. Demi ALLAH, sekarang saya tidak memberatkan sesuatu kepadamu yang engkau ambil karena ALLAH Yang Agung”, kata si Buta dengan sabar.

Lalu malaikat berkata, ”Periharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu hanyalah diuji dan ALLAH benar – benar ridha kepadamu dan ALLAH telah memurkai kedua kawanmu”.

Riyadhus Shalihin I Imam Nawawi hal 93-95

18 August 2009

Fiqih Hadiah Dan Kado

Hadiah merupakan sarana untuk yang dapat menyebabkan keakraban, mendamaikan, menghilangkan rasa iri hati, dan menghilangkan kabut hati. Selain itu pemberian hadiah juga dapat mendatangkan kecintaan dan persahabatan yang telah lama tercerai – berai. Hadiah sebagaimana penjelasan risalah Barid al-Hadiyyah dapat menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dilakukan secara verbal ucapan. Oleh karena itu, nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk memberi dan menerima hadiah.

“ Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai”, (HR. Bukhari, al-Adab al-Mufrid)
“ Penuhilah undangan orang yang mengundang, janganlah menolak hadiah…”, (HR. Ahmad dan Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrid)

Mengenai hadits ini, Ibn Hibban mengomentari, “ dalam hadits ini, nabi Muhammad SAW mengecam tindakan menolak hadiah di kalangan sesama muslim. Bila seseorang diberi hadiah, wajib baginya untuk menerimanya dan tidak menolaknya. Saya menganjurkan orang-orang untuk saling mengirim hadiah kepada sesama saudara. Sebab hadiah dapat melahirkan kecintaan dan menghilangkan rasa dendam.”

Anjuran Rasulullah agar saling memberi hadiah walaupun sedikit tidak ditinjau dari nilai materinya tetapi lebih kepada maknawinya.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari bahwa Rasulullah bersabda “ Wahai para wanita kaum muslimin, janganlah meremehkan pemberian tetangganya yang lain sesekali ia (pemberian tersebut) berupa ujung kuku unta ”

Beberapa etika interaksi pertukaran hadiah/kado :
  1. Tidak boleh mengambil kembali hadiah yang telah diberikan, sebagaimana makna sebuah hadits sama seperti anjing yang menelan lagi makanan yang telah dimuntahkannya.
  2. Hendaknya yang diutamakan dalam pemberian hadiah adalah keluarga terdekat, kaum kerabat, seseorang yang mendapat tempat yang dekat di hati.

30 May 2009

FACEBOOK HARAM ??


Kontroversi situs sosial yang bernama facebook sedang gencar – gencarnya dibicarakan saat ini. Para ulama Indonesia dan MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram (melarang) penggunaan facebook, mengapa??. Menurutnya facebook dapat menimbulkan dampak negatif bagi para penggunanya, diantaranya : menimbulkan kemalasan (beribadah, belajar), menimbulkan perzinaan dan lain - lainnya. Opini tersebut langsung mendapatkan reaksi dari masyarakat (pengguna facebook) yang kurang setuju dengan pendapat para ulama dan MUI. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Prof. H. Asywadie Syukur Lc berpendapat, keberadaan facebook (salah satu sarana komunikasi lewat dunia maya) bisa haram dan tidak. Mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pendapat mengenai facebook (KOMPAS, 24 Mei).

"Kita tidak bisa memfatwakan facebook itu haram atau sebaliknya, kecuali melihat kontekstual," kata alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir itu. Sebagai contoh, pemanfaatan facebook dalam rangka berkomunikasi guna menggali atau tukar ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, hal itu tidak bisa dibilang haram. Namun, bila pemanfaatan facebook untuk berkomunikasi dalam hal-hal yang terlarang, baik secara hukum positif di Indonesia, maupun menurut norma-norma Islam, maka penggunaan sarana tersebut bisa dikategorikan haram. "Hal tersebut sama saja dengan kita memakai sepeda motor. Kalau tujuan baik dan benar, maka tak ada larangan menggunakannya, tapi sebaliknya, bila untuk tujuan negatif atau dimanfaatkan dalam melakukan perbuatan jahat, maka hukum Islam pun tak membolehkan," ujarnya. "Jadi kalau saya pribadi melihat kedudukan facebook itu haram atau tidak, maka akan kita lihat dari segi manfaat dan mudarat. Kalau manfaatnya lebih besar untuk kebajikan atau kemaslahatan umat, maka pemanfaatan facebook bagi kaum Muslim boleh-boleh saja. Tapi sebaliknya jika negatif, maka itu haram," ungkap Asywadie Syukur.

Jika facebook benar – benar dilarang di Indonesia dengan alasan yang telah disebutkan di atas, sekarang apa bedanya dengan media informasi lainnya seperti Televisi ?!?. notabenenya mempertontonkan hal – hal yang tidak patut dikonsumsi oleh umum, seperti acara infotainment yang jelas – jelas “ghibah”, sinetron yang merupakan program pembodohan, reality show yang membuka aib orang ataupun acara – acara televisi yang mengumbar aurat. Selain itu Televisi juga menimbulkan kemalasan untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Sekarang kembali lagi kepada masing – masing pribadi orang apakah akan memanfaatkan sarana yang ada dengan benar atau tidak, untuk kemaslahatan umat atau kejahatan. Maka, gunakan fasilitas yang ada dengan benar dan gunakan sewajarnya saja.

19 May 2009

keistimewaan shalat subuh

Keistimewaan shalat Subuh

“sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku ingin menyuruh melakasanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan orang lain untuk shalat bersama dengan orang-orang. Kemudian beberapa laki-laki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidat menghadiri shalat berjama’ah sehingga aku bakar rumah mereka”. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Cobalah pahami hadist diatas. Orang munafik tidak mengetahui kebaikan yang terkandung dalam shalat keduanya secara berjam’ah. Apabila mereka mengetahui, niscaya mereka akan datang ke masjid untuk berjama’ah apapun kondisinya. Sungguh agung dan jahat permasalahan ini (shalat Isya dan shalat Subuh), Rasulullah SAW (pemimpin yang dikenal dengan segenap kasih sayang dan kelembutannya) sampai-sampai membakar rumah-rumah mereka. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan karena beliau sayang terhadap mereka untuk menyelamatkannya dari api akhirat, dengan menakut-nakuti mereka dengan api dunia. Walaupun terdapat perbedaan yang sangat jauh antara api akirat dengan api dunia.

Ada 10 keistimewaan shalat Subuh :

A. Pahala tanpa batas
Adapun beberapa kelebihan khusus shalat Subuh yang tidak dimiliki shalat-shalat yang lain :
  • Pahala shalat malam satu malam penuh
Diriwayatkan Muslim dari Ustman bin Affan RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“barang siapa yang shalat Isya’ berjama’ah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjama’ah (atau dengan shalat isya’) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh”. (HR Muslim)

Jelas sudah, apabila mengerjakan shalat Isya’ dan shalat Subuh berjam’ah di Masjid maka pahala yang akan didapatnya seperti mengerjakan shalat malam satu malam penuh.

  • Sumber cahaya di hari kiamat
Shalat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Dihari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Manusia akan dibangkitkan dalam keadaan gelap gulita. Pada saat itu, manusia sangat membutuhkan cahaya agar bisa melewati Sirath. Dari mana orang-arang mukmin mendapatkan cahaya itu? Cahaya itu berasal dari amalan-amalan yang dikerjakan ketika masih di dunia. Diantara amalan ini adalah : shalat Subuh berjama’ah.
Diriwayatkan Buraidah Al-Aslami, Rasulullah SAW bersabda:

“berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat”. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  • Surga yang dijanjikan
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda :

“barang siapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga”. (HR. Al-Bukhari)

Dua shalat yang dingin itu adalah shalat Subuh dan Ashar (dalam Fath Al-Bari disebutkan bahwa yang dimaksud dengan shalat “Al-Bardaini (dua waktu yang dingin) adalah shalt Subuh dan Ashar. Disebut dingin karena dua shalat tersebut terletak pada ujung hari (pagi dan sore). Saat yang sejuk dan panas matahari tak lagi terik).

B. Melihat ALLAH SWT
Ini adalah keistimewaan tertinggi diantara keistimewaan-keistimewaan yang lain. Pemberian yang sangat besar dan hadiah yang agung. Siapa yang mendapat kesempatan ini? Merekalah yang menjaga shalat dua raka’at shalat Subuh dan Asar. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda :

“kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ‘sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah”. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Subhanallah!! Kebaikan ini terdapat pada shalat Subuh.

C. Siksa pedih bagi yang meninggalkannya
Secara umum meninggalkan shalat merupakan dosa yang besar, karena amalan shalat adalah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. Jika shalatnya baik maka baik pula seluruh amalannya, jika shalatnya jelek maka jeleklah seluruh amalannya. Rasulullah SAW telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib. Padahal rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah TIDUR.
Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya telah datang kepadaku tadi malam dua tamu (Jibril dan Mikail). Keduanya diutus kepadaku, dan berkata, ‘berangkatlah’, lalu saya pergi bersama mereka. Kami mendatangi orang yang sedang tidur dan yang lainnya berdiri tegak di atasnya dengan membawa batu. Lalu tiba-tiba melepaskan batunya tepat pada kepalanya hingga hancur luluh kepalanya. Batu itu telah meleburkannya. Kemudian dia mengambil kembali dan dia tidak mengulanginya hingga kepalanya pulih kembali, sebagaimana semula. Kemudian mereka akan kembali, lalu dia akan melakukan sebagaimana yang telah dia lakukan pada pertama kalinya. Rasulullah SAW berkata, ‘saya berkata kepada keduanya,’subhanallah! Apa ini?.’ Mereka berdua berkata: ”orang pertama yang telah anda datangi tadi, yang memecahkan kepalanya dengan batu, ia adalah orang yang membawa Al-Qur’an namum mencampakannya dengan begitu saja, dan tidur pada saat shalat wajib.”

Adapun gambaran orang memukul kepalanya, adalah karena kepala merupakan tempat akal, tempat paling mulia yang dimiliki manusia.

D. Shalat sunnah yang lebih mulia daripada dunia seisinya
Shalat fajar (yaitu shalat sunnah sebelum Subuh) merupakan shalat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan sahalat sunnah lainnya. Rasulullah SAW mengistimewakan dengan pahala yang begitu besar.
Diantaranya, Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Aisyah :

“dua raka’at fajar (shalat sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari dunia seisinya.” (HR Muslim)

Coba renungkan, ini semua baru keutamaan shalat fajar. Lalu bagaimana dengan shalat Subuh? Sudah semestinya pahala shalat wajib lebih besar daripada shalat sunnah. Maka, orang yang mampu meninggalkan dunia dan bangun sebelum waktu Subuh, kemudian ia menunaikan dua raka’at fajar, dialah orang yang sukses dalam ujian.

E. Waktu yang menjadi saksi
ALLAH SWT mengagungkan shalat Subuh dalam Al-Qur’an:

“Demi fajar dan malam yang sepuluh.” (AL-Fajr: 1-2)

Waktu ini adalah waktu yang menjadi saksi. Waktu yang disaksikan oleh hamba ALLAH SWT yang mulia yaitu para Malaikat!. Semua Malaikat turun ke Bumi untuk menyaksikan shalat Subuh.

F. Berada di bawah lindungan ALLAH SWT
Rasulullah SAW berjanji bahwa bila shalat Subuh anda kerjakan, maka ALLAH SWT akan melindungimu seharian penuh. Diriwayatkan Jundab bin Sufyan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa melaksanakan shalat Subuh maka ia dalam jaminan ALLAH SWT. Maka jangan coba-coba membuat ALLAH SWT membuktikan janji-NYA. Barangsiapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, ALLAH SWT akan menuntutnya, sehingga ia akan membenamkan mukanya kedalam neraka.” (HR Muslim)

G. Muara ilmu dan iman
Rasulullah SAW menjadikan shalat Subuh sebagai kesempatan untuk mengajarkan kebaikan kepada sahabatnya. Shalat Subuh menjadi salah satu sarana penting dalam tarbiyah, karena shalat Subuh merupakan saat-saat ketika hati dan pikiran sedang jernih, sehingga otak lebih mudah menangkap sesuatu yang sedang dibahas.

H. Latihan harian bagi ruhani
Rasulullah SAW selalu menganjurkan untuk tetap di dalam masjid untuk berdzikir setelah shalat Subuh, hingga waktu terbit matahari. Waktu pagi, ibarat acara pelatihan peningkatkan keimanan sebagai permulaan menapaki har-hari bagi seorang mukmin.

I. Penghapus dosa setengah usia
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

“Shalat lima waktu, jum’at ke jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa diantara keduanya, apabila menjauhi dosa-dosa besar.” (HR Muslim)

Masa antara shalat Isya’ dan shalat Subuh adalah waktu yang terlama dibanding shalat-shalat yang lain. Dengan demikian shalat Subuh menjadi penghapus dosa setengah hari, hal ini berarti shalat Subuh menjadi penghapus dosa setengah umur bagi yang mengerjakannya.

J. Berkah tiap langkah
Keberkahan itu ada di waktu pagi. Jam-jam pertama di pagi hari (setelah shalat Subuh) merupakan waktu yang paling barakah dalam satu hari penuh. Tak ada seorangpun yang dapat memanfaatkannya kecuali orang-orang yang bangun pagi buta dan shalat Subuh. Kemudian ia memulai harinya dengan menggunakan waktu sejak awal. Berkah ALLAH SWT ada dalam segala hal. Mulai dari pekerjaan, bercocok tanam, perdagangan, membaca, musafir dan bejihad di jalan ALLAH SWT.

Shalat Subuh merupakan standar nilai sebuah umat. Umat yang lalai akan Subuh berjamaah, adalah umat yang tidak berhak mendapatkan kejayaan, akan tetapi berhak untuk diganti dengan yang lain. Umat yang menjaga shalat Subuh secara berjamaah adalah umat yang berhak untuk tegak kokoh dimuka bumi ini!

Shalat Subuh berjamaah (bagi laki-laki) dan shalat awal waktu di rumah (bagi wanita). Shalat Subuh tepat waktu akan membiasakan hidup teratur dalam sehari penuh.

Pernah, salah seorang penguasa Yahudi menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang islam kecuali pada satu hal. Ialah bila jumlah jamaah shalat Subuh mencapai jumlah jamaah shalat jum’at.

Semoga uraian di atas dapat memberi pengetahuan baru dan menyadarkan kita semua mengenai keutamaan akan shalat Subuh. Maka, ajaklah keluarga, teman-teman, orang-orang yang anda sayangi dan orang terdekatmu untuk melakukan shalat Subuh tepat waktu.
(di kutip dari misteri shalat Subuh karya DR. Raghib as Sirjani)